Raup Untung Puluhan Juta dari Investasi Sapi
Sabtu 7 Oktober 2017

Gondangslamet - Sapi merupakan wujud investasi paling menguntungkan masyarakat desa. Peternak sapi di Desa Gondangslamet, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, bahkan bisa meraup keuntungan puluhan juta dengan beternak sapi.

Salah satu peternak sapi asal Dukuh Marhosar RT 001/RW 002, Desa Gondangslamet, Sarwono, mengaku bisa mengantongi keuntungan bersih sekitar Rp 5 juta untuk satu ekor sapi yang dipeliharanya selama satu tahun. “Bagi orang desa, sapi merupakan tabungan. Jadi sewaktu kita sedang butuh dana, sapi menjadi jujukan mencari dana. Kalau untuk skala yang lebih besar, kita mencari keuntungan dari usaha itu,”kata Sarwono.

Pria yang telah memulai usahanya sejak 2007 itu saat ini memiliki 15 kandang berisi delapan ekor sapi. Jumlah sapi yang dia miliki fluktuatif karena selalu terjadi jual beli sapi setiap bulan dari peternakan miliknya. Sarwono memelihara jenis sapi simental, limosin,dan peranakan ongole (PO).

Sarwono mengaku usaha penggemukan sapi merupakan bisnis menggiurkan. Hal ini terkait kebijakan pemerintah mengenai swasembada daging yang hingga kini belum terlaksana. “Berarti kan ada prospek disana, tetapi harus dengan skala besar. Tetapi untuk skala menengah kebawah, katakanlah seperti disini yang jumlah sapinya masih terbatas jelas untuk tabungan,” ungkap dia.

Sarwono harus lebih dulu memilih bibit sapi yang sesuai dengan prospek penggemukan karena setiap jenis sapi memiliki karakter berbeda. Ada sapi yang bisa tumbuh menjadi besar, ada juga yang bisa menghasilkan banyak daging. Dia biasa membeli sapi yang sudah melewati tahap poel satu atau sudah tanggal satu pasang giginya dengan usia sekitar 1,5 tahun hingga dua tahun di peternakan atau pasar hewan. Setelah itu, sapi harus melewati masa penggemukan sekitar dua hingga tiga bulan sebelum bisa dijual kembali. Namun, Sarwono harus memelihara sapi lebih kurang satu tahun jika membeli anakan sapi.

Sapi yang digemukan diberi pakan konsentrat, dedaunan,dan ampas tahu. Jika tidak ada dedaunan maka jerami menjadi alternatif lain. Pengeluaran untuk pakan sapi rata-rata Rp23.000 per hari.

Harga jual sapi umur tujuh bulan Rp 13 juta, sapi yang sudah poel dijual seharga Rp 17 juta Rp 18 juta, sedangkan sapi yang sudah melewati proses penggemukan dibanderol dengan harga Rp 26 juta–Rp 29 juta. Sapi dengan berat lebih dari tujuh kuintal dijual seharga Rp 28 juta. Sistem penjualan yang dilakukan Sarwono menggunakan sistem jogrok  atau taksir hidup. Jika dijual di pasar hewan seperti di Ambarawa, penjulan menggunakan sistem bobot badan, yakni seharga Rp 45.000 per kilogram.

“Misalnya dalam satu tahun dikatakan membeli sapi seharga Rp 12 juta, kemudian dipelihara selama satu tahun dan laku dijual seharga Rp 22 juta. Berarti kan ada margin Rp 10 juta. Dari margin Rp 10 juta itu biasanya 50% untuk biaya produksi dan 50% lainnya untuk keuntungan,” jelas Sarwono. Sarwono bisa dihubungi di 082226720762.

Berita Terkini