Bangun Talud Demi Terbebas dari IDT

GONDANGSLAMET - Setelah rampung mengerjakan pengaspalan jalan pada awal Agustus lalu, Desa Gondangslamet fokus membangun talud di Dukuh Sukodadi RT 001/ RW 001. Pembangunan talud sepanjang 113 meter dan lebar 2,6 meter ini telah mencapai 60 persen. Kadus II Desa Gondangslamet, Wahono, mengungkapkan pembangunan talud bertujuan menormalisasi saluran air guna memperlancar irigasi. Mata pencaharaian utama masyarakat Gondangslamet adalah sebagai petani sehingga sistem irigasi yang baik sangat diperlukan.

“Ini untuk sementara pembangunan talud dihentikan sampai akhir Agustus karena ada banyak kegiatan menjelang tujuh belasan Agustus nanti,” terang Wahono.

Wahono mengaku prioritas penggunaan dana desa beberapa tahun belakangan memang untuk untuk pembangunan bidang infrastruktur. Salah satu pembangunan yang menjadi prioritas adalah upaya normalisasi saluran air dan infrastruktur jalan melalui pengaspalan dan pembangunan talud serta memperkuat badan jalan.

Selama ini, Gondangslamet termasuk dalam daftar daerah Inpres Desa Tertinggal (IDT). Namun, setelah digalakan perbaikan struktur jalan ke desa-desa semua akses informasi menjadi lebih mudah didapat.

Pemerintah desa berharap pembangunan talud bisa membantu Gondangslamet segera keluar dari daftar IDT. “Pembangunan infrastrukur yang telah dilakukan di desa diantaranya pengerasan jalan, pengaspalan jalan, pembuatan talud, hingga perbaikan drainase. Diharapkan setelah pembangunan selesai akan mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dan selanjutnya akan meningkatkan ekonomi masyarakat. Kemudian, Desa Gondangslamet tidak lagi menjadi salah satu daerah IDT,” kata Wahono.

Berita Terkini